Lastest News
Logo BUMN Baik

Next Song di Tahun Politik: "Kinerja BUMN"
Friday, 21 September 2018

Next Song di Tahun Politik:

Begini liriknya: "Privatisasi/Jual aset, celah utk Politisasi, dengan bagi2 kursi, maka kinerja buruk. Termasuk rugi naik, laba turun" 

Yaa.. Meski isu kinerja BUMN ini merupakan lagu lama, tp tetap saja akan ramai di bicarakan saat dekat-dekat Pilpres. 

Mengingat penting dan strategisnya peran perusahaan BUMN dalam roda perekonomian nasional dan keuangan negara. Karena berdasarkan UU, selain harus meningkatkan profit, perusahaan yg seluruh/sebagian besar sahamnya dimiliki negara harus juga kuat mengukuhkan dirinya hadir di tengah-tengah masyarakat.

Terlepas dari baik/buruk dampak yang dihasilkan, isu yang paling kental dimainkan soal pengelolaan BUMN yakni mengenai "privatisasi" atau dulu dikenal dengan "swastanisasi". Berawal dari Pasal 3 UU 6/1968 yang menyebutkan: 

Perusahaan nasional adalah perusahaan yang sekurang- kurangnya 51% daripada modal dalam negeri yang ditanam didalammnya dimiliki oleh Negara dan/atau swasta nasional. 

Pada prakteknya, swasta (termasuk) asing dibolehkan memiliki perusahaan strategis negara, yg mengurusi hajat orang banyak. Privatisasi pertama dilakukan tahun 1991, yang juga terjadi di era presiden Megawati, sampai  era presiden SBY. 

Khusus era sekarang mungkin kita akan jarang mendengar kata privatisasi. Ya... Mengingat era presiden Jokowi belum pernah melakukan privatisasi BUMN.

Meski bagaimanapun, kembali pada "lagu lama" yang harus dimainkan, skema kerjasama korporasi non privatisasi di transformasikan oleh pihak kontra kubu presiden Jokowi pun sebagai "jual aset". Dimana jika kita bahas satu per satu dari seluruh skema kerja sama korporasi yg dilakukan BUMN (sekuritasi aset, perticipant interest, share-down, dsbnya), privatisasi lah yang paling cocok dikatakan sebagai "jual aset". 

Kenapa yang dimainkan soal privatisasi atau jual aset? 

Idealnya privatisasi BUMN agar pengelolaannya lebih profesional ditangan swasta, mengurangi subsidi dari pemerintah, mengurangi beban pemerintah.

Namun fakta yang terjadi selama privatisasi dilakukan justru menunjukkan betapa BUMN lebih banyak dijadikan sebagai sapi perahan buat para pejabat negara yang sedang berkuasa. Dengan penggunaan teori principal-agent maka nuansa politis sangat kental dalam BUMN, dikarenakan manajemen perusahaan tidak harus tunduk dan loyal kepada pemilik saham. Berbagai kepentingan politik aktif bermain, yang ujung-ujungnya menyebabkan BUMN tereksploitasi oleh politisi (Moeljono, 2004)

Inilah alasannya, agar pihak kontra mendapatkan turunan isu dari privatisasi atau jual aset. Jadi gak heran jika saat ini kita sering sekali mendengar "Jokowi bagi-bagi kursi" di BUMN. 

Terlepas segala macam pemikiran yg ada, perlu diketahui bahwa kriteria jajaran direksi BUMN memang tidak diatur dalam UU. Jadi wajar saja jika negara punya wewenang menentukkan siapa yg mamou mengelola BUMN. Juga wajar juga jika publik mempertanyakan keprofesionalnya seorang Direksi. 

Sebagai masyarakat, saya menilai siapapun yg dipilih negara sebagai direksi BUMN, it's fine bagi saya, selama kinerja BUMN memang menunjukkan tren positif. 

Its fine juga jika Menteri BUMN terus melakukan perombakkan BUMN, karena selama pantauan saya, direksi yg diangkat mempunyai latar belakang dan pengalaman sesuai dengan kebutuhan perusahaan BUMN saat ini. 

Begitu kepercayaan saya kepada Menteri Rini Soemarno. melihat kondisi seluruh BUMN di tangannya, jumlah BUMN rugi terus menurun, dari 24 perusahaan kini tinggal 12 perusahaan. Beriringan dengan laba bersih dan aset seluruh BUMN terus meningkat. Dari Rp 150 T, selama 2017 mencatat laba bersih Rp 186 T. 

Yaa... Masih banyak data lain yg bisa kita bahas. Setidaknya mari kita refleksikan saat Mudik 2018 kemarin, hampir tidak terdengar kemacetan dan ketidaknyaman. Bagi saya itu sejarah baru. Bukti kehadiran BUMN di negeri ini.

NARASI TERPOPULER
BUMN Sediakan 400 Hunian Sementara Bagi Korban Gempa di Sigi
Jakarta,18 Oktober 2018 - Dalam rangka membantu menyediakan tempat tinggal sementara bagi para pengu...
18 Oct 2018
Mekar Tumbuh BUMN Tanpa Intervensi Politik
Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang dua peran penting pengelolaan tanggung jawab koo...
18 Oct 2018
...
18 Oct 2018
Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek
Bali, 14 Oktober 2018 --- Annual Meeting IMF – WB 2018 di Nusa Dua Bali, menjadi momen tepat u...
15 Oct 2018
Telkom Paparkan Strategi Indonesia Menuju Global Digital Hub di Indonesia Pavilion
Bali, 12 Oktober 2018 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memiliki peran penting dalam memasti...
13 Oct 2018
BUMN Raup Untung di Bali
Guys, tahu acara Annual Meeting IMF-World Bank (AM IMF WB) 2018 kan? Acara pertemuan tahunan yang be...
12 Oct 2018
Indonesia Pavilion Paparkan Peluang Investasi Infrastruktur Indonesia
Kementerian BUMN, melalui Indonesia Pavilion, memaparkan adanya peluang investasi senilai US$42,2 mi...
12 Oct 2018
DPR: Akses Keuangan Perbankan BUMN Sudah Berpihak ke Masyarakat Kita
Jakarta - Perbankan nasional yang berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi faktor yang amat...
12 Oct 2018
Optimalkan IMF-WB Annual Meeting, Pembangunan Infrastruktur Mendapatkan Pembiayaan
Nusa Dua, 11 Oktober 2018 – Pertemuan IMF-world Bank di Bali memberikan kontribusi yang baik b...
12 Oct 2018
Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non Subsidi
Jakarta, 10 Oktober 2018  – PT. Pertamina (Persero) menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak...
10 Oct 2018