Lastest News
Logo BUMN Baik

Kebebasan Transparansi, BUMN Sulit Lakukan Kecurangan Tender
Friday, 24 August 2018

Kebebasan Transparansi, BUMN Sulit Lakukan Kecurangan Tender

Jakarta - Pengamat kebijakan publik dari Digipol Strategic Indonesia, Nur Fahmi BP, tak yakin jika proses lelang atau tender yang dilaksanakan oleh koorporasi BUMN era saat ini sarat dengan cara-cara culas.

Menurut Nur Fahmi, kondisi transparansi publik era saat ini, terutama di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, amat terbuka dibandingkan rezim lalu yang pernah memimpin.

"Sepertinya sulit untuk masa kini ada perusahaan yang kongkalikong ya dengan BUMN supaya menang. Masa kini segala sesuatunya amat transparan. Ada kebebasan transparansi sejak reformasi," ujar Nur Fahmi, Jumat (24/8).

Nur Fahmi meminta bila memang ada organisasi atau kelompok masyarakat yang menganggap ada indikasi kecurangan dalam pelaksanaan tender atau lelang oleh BUMN, maka bisa melaporkannya ke Kejaksaan Agung maupun KPK.

"Dengan begitu kan jadi bukti bahwa siapapun bisa mengawasi sekarang. Itulah kebebasan transparansi. Jadi jangan cuma cuap-cuap tanpa aksi," ucap Nur Fahmi.

Nur Fahmi mengungkapkan, dalam menunjuk pemenang tender, bukan berdasarkan sikap suka atau tidak suka. Namun ada aturan main yang ketat melalui mekanisme LPSE, tata cara pemenuhan syarat lelang serta verifikasi berkas.

"Bukan karena dirutnya suka sama perusahaan itu lalu dimenangkan, tidak begitu. Tapi ada mekanismenya di LPSE. Perusahaan yang mau ikut tender juga diverifikasi," ujar Nur Fahmi.

Nur Fahmi berpendapat, sikap Presiden Joko Widodo yang selalu transparan dan gerak cepat dalam pelayanan publik sejak masih sebagai Walikota Solo juga masih diterapkan hingga kini ke seluruh jajaran di kementerian dan BUMN saat ini.

"Kalau mau main-main kan susah BUMN maupun kementerian sekarang ini ya. Presidennya sejak dulu sudah terapkan transparansi. Lagi suatu tender yang curang kalau zaman sekarang pasti sudah dibongkar KPK ya," tutur Nur Fahmi.

Sebelumnya dikabarkan, sebuah lembaga pemantau keuangan dan anggaran negara menyebutkan bahwa ada indikasi modus kecurangan yang dilakukan oleh BUMN ketika proses tender.

Misalnya saja, untuk sebuah tender, perusahaan pemenang selalu yang sama. Lainnya lagi, justru perusahaan pemenang adalah yang menawarkan harga tertinggi sehingga terkesan terjadinya permainan anggaran.

Begitu juga ketika ada perusahaan yang memenangkan tender untuk proyek renovasi bangunan, lembaga itu menilai justru diduga ada potensi kerugian negara Rp 1 miliar sebab panitia lelang BUMN memilihnya berdasarkan harga termahal.

NARASI TERPOPULER
BUMN Sediakan 400 Hunian Sementara Bagi Korban Gempa di Sigi
Jakarta,18 Oktober 2018 - Dalam rangka membantu menyediakan tempat tinggal sementara bagi para pengu...
18 Oct 2018
Mekar Tumbuh BUMN Tanpa Intervensi Politik
Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang dua peran penting pengelolaan tanggung jawab koo...
18 Oct 2018
...
18 Oct 2018
Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek
Bali, 14 Oktober 2018 --- Annual Meeting IMF – WB 2018 di Nusa Dua Bali, menjadi momen tepat u...
15 Oct 2018
Telkom Paparkan Strategi Indonesia Menuju Global Digital Hub di Indonesia Pavilion
Bali, 12 Oktober 2018 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memiliki peran penting dalam memasti...
13 Oct 2018
BUMN Raup Untung di Bali
Guys, tahu acara Annual Meeting IMF-World Bank (AM IMF WB) 2018 kan? Acara pertemuan tahunan yang be...
12 Oct 2018
Indonesia Pavilion Paparkan Peluang Investasi Infrastruktur Indonesia
Kementerian BUMN, melalui Indonesia Pavilion, memaparkan adanya peluang investasi senilai US$42,2 mi...
12 Oct 2018
DPR: Akses Keuangan Perbankan BUMN Sudah Berpihak ke Masyarakat Kita
Jakarta - Perbankan nasional yang berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi faktor yang amat...
12 Oct 2018
Optimalkan IMF-WB Annual Meeting, Pembangunan Infrastruktur Mendapatkan Pembiayaan
Nusa Dua, 11 Oktober 2018 – Pertemuan IMF-world Bank di Bali memberikan kontribusi yang baik b...
12 Oct 2018
Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non Subsidi
Jakarta, 10 Oktober 2018  – PT. Pertamina (Persero) menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak...
10 Oct 2018