Lastest News
Logo BUMN Baik

Ketika Pertamina "All Out" Mengamankan Pasokan BBM di Sulawesi Tengah
Monday, 22 October 2018

Ketika Pertamina

Jumat terakhir di Bulan September 2018, tepatnya 28 September 2018 Indonesia kembali dirundung duka. Sulawesi Tengah, dilanda gempa dan tsunami.

Tiga wilayah, Ibu Kota Sulawesi Tengah yaitu Palu, dan wilayah lain seperti Donggala dan Sigi terdampak bencana. Kota Palu yang paling terdampak karena ada tsunami.

Data terakhir menyebut, jumlah korban yang meninggal akibat bencana ini, angkanya menyentuh lebih dari 2000 orang, belum lagi yang hilang. Yang mengungsi juga tidak main-main angkanya. Mencapai lebih dari 70 ribu orang.

Dibalik peristiwa atau bencana ini, ada sebuah fakta yang sangat menarik yang saya ketahui melalui sebuah event dari Kompasiana bernama Kompasiana Nangkring bersama dengan Pertamina, yang bertajuk Energi untuk Sulawesi Tengah.

Jujur saja, sebagai kompasianer yang sudah terdaftar sejak 10 tahun lalu, baru kali ini saya datang ke event Kompasiana. Di acara ini hadir lebih dari 50 kompasianer.

Di event ini, melalui External Communication Manager Arya Dwi Paramita, saya mengetahui kegigihan atau perjuangan Pertamina untuk menjaga pasokan BBM dan BBG tetap terjamin di Sulawesi Tengah terutama di daerah yang terdampak gempa.

Arya bercerita, pasokan energi sangat vital ketika terjadi bencana seperti di Palu.

Mengapa energi sangat vital?

Di Kondisi bencana seperti ini, untuk melakukan evakuasi korban, butuh alat berat di bangunan yang runtuh. Alat berat ini tentunya tidak bisa beroperasi kalau tidak ada BBM.

Begitu juga dalam kondisi darurat untuk menghidupkan listrik, butuh genset yang butuh BBM. Cuma itu saja? Kendaraan untuk operasional di lokasi bencana, seperti kendaraan milik TNI sudah pasti BBM.

Karena itu, Arya mengatakan, Pertamina mengutamakan pasokan BBM di Lokasi Bencana.

Apa saja yang dilakukan?

Ketika bencana terjadi, melalui Jalur Darat dari Manado dan Makassar, Pertamina mengirimkan truk tangki BBM. Bukan hanya lewat darat saja, tapi lewat laut dengan mengirimkan kapal tanker pembawa BBM dari Balikpapan ke Terminal BBM (TBBM) Donggala, Sulawesi Tengah. Leat jalur laut ini dikirimkan 11 juta liter BBM.

Nggak cuma lewat darat dan laut. Pengiriman BBM juga dilakukan ke Sulteng melalui jalur udara dari Tarakan dengan menggunakan Air Tractor. Air Tractor ini, bisa mengangkut 4000 liter BBM, yang dalam hal ini adalah solar untuk sekali angkut.

Ketika BBM sudah diangkut ke Sulawesi Tengah, persoalan berikutnya muncul. Mau ditampung di mana, sementara TBBM di Donggala belum bisa beroperasi dan SPBU di Palu, Donggala dan Sigi juga tidak bisa beroperasi. 

Ketika Kapal Tanker tiba di TBBM Donggala, untuk mengoperasikan TBBM ini saja, pegawai Pertamina masih banyak yang belum bisa dihubungi. Mereka juga masih mencari keluarga mereka yang terdampak bencana. Sebuah kondisi yang tidak mudah.

Namun, berkat kegigihan dari Pertamina, akhirnya BBM dari Kapal Tanker, bisa dipindahkan ke TBBM di Donggala. 

Untuk urusan SPBU di Palu, Donggala dan Sigi, Pertamina juga mencari pemilik SPBU dan juga operator atau petugas SPBU agar bisa menyalurkan BBM kepada Masyarakat. Kondisi yang sama terjadi. Pemilik SPBU tidak bisa dihubungi, begitu juga operator.

Ketika operator dan pemilik SPBU sudah berhasil ditemui, juga SPBU belum tentu bisa langsung beroperasi karena listrik masih padam. Pertamina pun akhirnya "menerbangkan" SPBU Portabel dan juga Mobile Dispenser agar bisa menyalurkan BBM kepada Masyarakat.

Sebuah perjuangan dan upaya yang tidak mudah dilakukan oleh Perusahaan "Plat Merah" ini.

Tahun 2018 ini, Indonesia berkesempatan menggelar tiga event besar skala Internasional. Dua dari tiga event tersebut adalah multievents olahraga yaitu Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Dan yang satu lagi, adalah event pertemuan berupa Annual Meeting IMF-World Bank dimana salah satu event di dalamnya adalah Indonesia Investment Forum (IIF) 2018. 

Kalau multievents olahraga digelar di Jakarta, Palembang dan Jawa Barat, untuk Annual Meeting IM-World Bank (selanjutnya saya singkat dengan AM IMF-WB saja ya), digelar di Pulau Dewata, yaitu Bali.

Indonesia menjadi tuan rumah AM IMF-WB ini bukanlah ditunjuk langsung. Tapi Indonesia harus bersaing dengan negara lain. Anggota IMF (International Monetary Fund) saja sudah ada 189 negara. Untuk menjadi tuan rumah perhelatan Annual Meeting tahun 2018, terdapat sembilan negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, termasuk Indonesia.

Setelah melalui seleksi, tersisa tiga negara kandidat termasuk Indonesia. Tim IMF kemudian melakukan survei, dan dari berbagai aspek penilaian, Indonesia akhirnya terpilih menjadi tuan rumah AM IMF-WB ini. 

Bagaimana dengan AM IMF-WB ini sendiri, jumlah pesertanya berdasarkan data terakhir, melebihi dari 35.000 orang. Padahal, diperkirakan awalnya di angka 15.000 orang saja, dari 189 negara anggota IMF. Bukan angka yang tidak sedikit kan?

Apa sih yang dibahas di AM IMF-WB ini? Salah satunya adalah Investasi. Ada juga soal financial technology (fintech), tapi yang pasti sangat menarik adalah soal Investasi. Apalagi investasi ini terkait soal infrastruktur. Pembaca pasti sudah tahu kalau Indonesia saat ini tengah membangun infrastruktur, mulai dari jalan baik tol dan non tol, pelabuhan hingga bandar udara (bandara).

Presiden Joko Widodo memang menggenjot pembangunan infrastruktur ini, untuk membangun konektivitas. Dengan konektivitas yang baik, barang dan jasa akan bergerak dengan baik. Mengangkut bahan kebutuhan pokok tidak akan kesulitan. Harga barang dengan konektivitas yang baik, bisa ditekan agar lebih murah.

Soal Investasi ini, ada sebuah event tersendiri yang menjadi bagian dari Annual Meeting ini. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya di atas, namanya adalah Indonesia Investment Forum. 

Indonesia Investment Forum 2018 ini, dibuka pada 9 Oktober lalu. Yang menjadi pembicara di event ini adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyan Indrawati hingga Ketua DK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

 

IIF 2018 ini sendiri, bertemakan Paradigma Baru dalam Pembiayaan Infrastruktur (a new paradigm in infrastructure financing). Nah benar kan kalau yang dibahas nggak jauh-jauh dari pembiayaan infrastruktur.

 

Presiden Joko Widodo, dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa, untuk pembangunan infrastruktur ini, pembiayaannya tidak seluruhnya harus dari pemerintah atau menggunakan APBN. Pembiayaan infrastruktur ini juga bisa berasal dari Investor. 

Menko Perekonomian, Darmin Nasution di IIF 2018 ini memaparkan tentang pembangunan infrastruktur ini. Menko Perekonomian menjelaskan secara gamblang mengenai Proyek Strategis Nasional yang dibangun atau sudah diselesaikan dari tahun 2016 hingga bulan Juni 2018 lalu.

 

11 Oktober, dua hari setelah pembukaan IIF 2018, sebuah torehan sejarah terjadi. Melalui Indonesia Investment Forum ini, salah satu Bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, mengumumkan telah menyiapkan atau mengucurkan dana untuk kredit investasi sebesar Rp 2,17 trilyun untuk pembangunan tol Terbanggi Besar, Lampung Tengah - Kayu Agung Sumatera Selatan sepanjang 185 km.

 

Nilai tersebut meliputi 22% dari total kredit sindikasi dari lembaga keuangan dalam negeri sebesar Rp9,17 triliun. Disamping kredit sindikasi, Hutama Karya juga mendapatkan fasilitas CDS sebesar Rp5,2 triliun untuk memastikan keberlangsungan proyek tersebut.

Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan oleh SEVP Large Corporate Banking Bank Mandiri Dikdik Yustandi, Direktur Keuangan Hutama Karya Anis Anjayani, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar dan Direktur Utama PT Hutama Karya Bintang Perbowo di Bali, Kamis (11/10).

Keikutsertaan Bank Mandiri dalam sindikasi ini mengindikasikan konsistensi perseroan dalam mendukung sinergi antar BUMN pada program-program strategis Pemerintah, khususnya dalam percepatan penyediaan infrastruktur utama.

Untuk keseluruhan sektor infrastruktur, Bank Mandiri telah mengucurkan pembiayaan senilai Rp165,8 triliun hingga Juni 2018. Dari nilai tersebut, Rp39,3 triliun dialokasikan untuk pembangunan transportasi, termasuk bandara dan pelabuhan, Rp36,8 triliun untuk pembangkit listrik, Rp24,1 triliun untuk proyek migas dan energi terbarukan, Rp18,3 triliun untuk sektor jalan tol, konstruksi dan sisanya untuk pembangunan telematika, perumahan dan fasilitas kota serta sektor lainnya.

Di Indonesia Investment Forum ini,  yang tidak kalah penting adalah penandatangan kesepakatan investasi yang telah masuk ke dalam proyek-proyek Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. 

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan total dana sebanyak 95 persen diperoleh dari investor luar negeri. Forum kesepakatan kerjasama ini diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN. Dengan nilai perkiraan investasi langsung senilai Rp 200 triliun di 21 proyek BUMN.

Sumber: https://www.kompasiana.com/tommybernadus/5bc8315bc112fe536f52730a/ketika-pertamina-all-out-mengamankan-pasokan-bbm-di-sulawesi-tengah

BERITA TERPOPULER
"BUMN Bersinergi" Bangun 1.300 Hunian Sementara di Lombok
"BUMN Bersinergi" telah berhasil membangun sekitar 1.300 hunian sementara (huntara) di sej...
23 Oct 2018
Tidak Ada Kebohongan dalam Divestasi Freeport
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menegaskan tidak ada kebohongan dalam divestasi ...
23 Oct 2018
Indonesia Akan Segera Memiliki Pabrik Ban Pesawat Pertama
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggandeng BUMN asal China untuk mendirikan pabrik ban pesawat pe...
22 Oct 2018
Inalum-Freeport Segera Rampungkan Transaksi Divestasi
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menyatakan penentuan kursi manajemen o...
22 Oct 2018
BTN Ajak Generasi Milenial Jadi Pengusaha Properti
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong generasi milenial untuk menjadi pengusaha...
22 Oct 2018
Strategi Garuda Indonesia Sejahterakan Karyawan
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk beberapa waktu lalu sempat mendapat kecaman dari serikat-serikat k...
22 Oct 2018
BUMN dan UMKM dikerahkan percepat rekonstruksi Lombok
Pemerintah mengerahkan sejumlah BUMN dan berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memp...
22 Oct 2018
AP II Gondol 3 Penghargaan pada Ajang Stevie Awards 2018
 PT Angkasa Pura II berhasil meraih tiga penghargaan pada ajang Stevie Awards 2018 yang merupak...
22 Oct 2018
BUMN Diklaim Kuasai 60 Persen Produksi Minyak Domestik
Pemerintah mengklaim telah berhasil mengalihkan hampir 60 persen produksi minyak domestik kepada PT&...
22 Oct 2018
BNI & Mandiri Gerak Cepat Bangun Hunian Sementara di Sigi
Pascagempa yang melanda sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. ...
22 Oct 2018