Lastest News
Logo BUMN Baik

Inalum-Freeport Segera Rampungkan Transaksi Divestasi
Monday, 22 October 2018

Inalum-Freeport Segera Rampungkan Transaksi Divestasi

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menyatakan penentuan kursi manajemen operasional PT Freeport Indonesia masih dalam proses. Kepala Bidang Komunikasi dan Hubungan Pemerintah Inalum Rendi Witular berdalih saat ini prioritas kedua perusahaan masih tertuju pada sejumlah hal terkait penyelesaian transaksi divestasi saham perusahaan tersebut.

 

Salah satu prioritas tersebut menyangkut pemenuhan kondisi prasyarat penyelesaian akuisisi saham. Sampai saat ini, pengacara dari dua perusahaan masih mengecek kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi.

Pengacara dua belah pihak juga masih mengecek kelengkapan administrasi yang diperlukan. "Yang lain, terkait persiapan kebutuhan pendanaan Inalum dalam rangka pembiayaan divestasi saham Freeport Indonesia," ujarnya melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/10).

Sebelumnya, perseroan menyatakan pembiayaan nilai transaksi senilai US$3,85 miliar itu akan berasal dari pinjaman delapan bank asing. Pinjaman tersebut diperkirakan baru cair pada November 2018.


Selain prioritas tersebut, masalah lain yang masih menjadi perhatian menjelang transaksi adalah persetujuan atas perubahan anggaran dasar Freeport Indonesia pasca diakuisisi pemerintah Indonesia dan pelaporan persaingan usaha (anti-trust filling) di lima negara tempat beroperasinya Freeport, yaitu China, Indonesia, Jepang, Filipina dan Korea Selatan.

Sedangkan prioritas lainnya terkait penyelesaian transaksi divestasi saham Freeport Indonesia. Setelah proses rampung, Inalum akan menguasai sekitar 51,23 persen saham Freeport Indonesia.

Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama belum bisa memberikan komentar terkait proses pemilihan manajemen baru Freeport Indonesia. "Saya belum bisa konfirmasi soal itu," ujarnya.

Dalam wawancara terpisah sebelumnya, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin menyatakan manajemen baru Freeport Indonesia akan dipilih bersama dengan Freeport-McMoran.

"Posisi manajemen akan kami pilih bersama dan kami perhatikan yang terbaik supaya (operasi) jangan sampai terganggu. Banyak proses pengambilalihan yang begitu, tak mulus, produksi turun," terang Budi.

Budi mengungkapkan perseroan dan Freeport McMoran memiliki kepentingan untuk memastikan operasi tetap berjalan mulus pasca pengambilahan saham oleh Inalum. Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Freeport-McMorran Richard Adkerson menyatakan Freeport telah bersepakat dengan Inalum untuk bermitra dalam menjalankan operasional.

Meski porsi saham Inalum akan meningkat menjadi 51,23 persen dan saham Freeport-McMOran turun menjadi 48,77 persen, kedua belah pihak sepakat untuk menjaga stabilitas operasional.

"Ini merupakan kemitraan antara Freeport-McMoran dengan Inalum," kata Adkerson beberapa waktu lalu.

Adkerson mengungkapkan tambang Freeport merupakan tambang tersulit di dunia yang membutuhkan pengalaman dan kualifikasi teknis mumpuni. Pengamat pertambangan dari Universitas Tarumanegara Ahmad Redi menilai Inalum harus menjadi pengendali perusahaan setelah menjadi pemegang saham mayoritas Freeport.

"Kendali tersebut dapat dilakukan secara maksimal apabila Inalum mengambil alih manajemen operasional," jelas Ahmad.

Ahmad mengingatkan tujuan divestasi saham adalah peralihan kontrol atau kendali dan peralihan manfaat dari Freeport-McMOrran dan Rio Tinto ke Inalum. Menurut Ahmad, Inalum telah memiliki kemampuan untuk mengambil alih kendali manajemen. Hal itu terbukti saat mereka mengambil alih konsorsium Jepang di proyek Inalum Asahan.

"Walaupun butuh waktu, saya kira paling lama setahun proses transisional pengambilalihan manajemen operasional bisa dilakukan," tandas Ahmad.
 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181010145358-85-337312/inalum-freeport-segera-rampungkan-transaksi-divestasi

BERITA TERPOPULER
"BUMN Bersinergi" Bangun 1.300 Hunian Sementara di Lombok
"BUMN Bersinergi" telah berhasil membangun sekitar 1.300 hunian sementara (huntara) di sej...
23 Oct 2018
Tidak Ada Kebohongan dalam Divestasi Freeport
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menegaskan tidak ada kebohongan dalam divestasi ...
23 Oct 2018
Indonesia Akan Segera Memiliki Pabrik Ban Pesawat Pertama
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggandeng BUMN asal China untuk mendirikan pabrik ban pesawat pe...
22 Oct 2018
Inalum-Freeport Segera Rampungkan Transaksi Divestasi
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menyatakan penentuan kursi manajemen o...
22 Oct 2018
BTN Ajak Generasi Milenial Jadi Pengusaha Properti
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong generasi milenial untuk menjadi pengusaha...
22 Oct 2018
Strategi Garuda Indonesia Sejahterakan Karyawan
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk beberapa waktu lalu sempat mendapat kecaman dari serikat-serikat k...
22 Oct 2018
BUMN dan UMKM dikerahkan percepat rekonstruksi Lombok
Pemerintah mengerahkan sejumlah BUMN dan berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memp...
22 Oct 2018
AP II Gondol 3 Penghargaan pada Ajang Stevie Awards 2018
 PT Angkasa Pura II berhasil meraih tiga penghargaan pada ajang Stevie Awards 2018 yang merupak...
22 Oct 2018
BUMN Diklaim Kuasai 60 Persen Produksi Minyak Domestik
Pemerintah mengklaim telah berhasil mengalihkan hampir 60 persen produksi minyak domestik kepada PT&...
22 Oct 2018
BNI & Mandiri Gerak Cepat Bangun Hunian Sementara di Sigi
Pascagempa yang melanda sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. ...
22 Oct 2018